Rabu, 18 September 2013

HORMATI IBUMU MESKIPUN ENGKAU DALAM KEADAAN SHOLAT




Juraij adalah seorang lelaki yang tekun ibadatnya, lalu ia
mengambil sebuah tempat yang tinggi letaknya. Ia senantiasa berada di situ. Suatu ketika
ibunya datang dan ia sedang bersembahyang, serunya: "Hai Juraij." Juraij berkata - dalam
hatinya: "Ya Tuhanku, itu adalah ibuku, tetapi saya lebih mengutamakan shalatku." Ia terus
tekun dalam shalatnya - dan ibunya tidak dihiraukan olehnya. Ibunya lalu pergi. Ketika
menjelang esok harinya, ibunya datang lagi dan ia juga sedang bersembahyang. Ibunya
berseru: "Hai Juraij." Ia berkata pula - dalam hatinya: "Ya Tuhanku, itu adalah ibuku, tetapi
saya lebih mengutamakan shalatku." Ia terus tekun dalam shalatnya. selanjutnya pada esok
harinya lagi, ibunya datang sekali lagi dan ia sedang bersembahyang. Ibunya berseru: "Hai
Juraij." Ia berkata pula - dalam hatinya: "Ya Tuhanku, itu adalah ibuku, tetapi saya lebih
mengutamakan shalatku." Ia terus pula tekun dalam shalatnya. lbunya merasa jengkel karena tak pernah di hiraukan oleh Juraij ,lalu berkata – berdoa "Ya Allah, janganlah Engkau mematikannya, sehingga ia melihat wajahnya wanita-wanita
pelacur."




Kaum Bani Israil sama menyebut-nyebutkan perihal diri juraij itu serta ketekunan
ibadatnya. Di kalangan mereka ada seorang wanita pelacur yang karena cantiknya sampai
dibuat sebagai perumpamaan. Wanita itu berkata: "Jikalau engkau semua suka, niscaya
dapatlah aku memfitnahnya." Wanita itu menunjukkan diri pada Juraij, tetapi ia tidak
menoleh sama sekali pada wanita itu. Wanita itu lalu mendatangi seorang penggembala yang
berdiam di tempat peribadatan Juraij lalu ia memungkinkan dirinya pada penggembala itu -
yakni membolehkan dirinya disetubuhi olehnya. Penggembala itu menyetubuhinya
kemudian ia pun hamillah. Setelah wanita itu melahirkan, ia berkata bahwa anak itu adalah
hasil dari hubungannya dengan Juraij. Orang-orang banyak sama mendatangi Juraij, ia
diturunkan dan mereka merobohkan tempat ibadatnya, bahkan merekapun memukulnya.
Juraij bertanya: "Ada apa engkau semua ini?" Orang-orang sama berkata: "Engkau berzina
dengan wanita pelacur ini, lalu ia melahirkan anak dari hasil perbuatanmu." Ia berkata:
"Manakah anak itu?" Orang-orang sama mendatangkan anak itu padanya. Juraij lalu
berkata: "Biarkanlah saya hendak bersembahyang dulu." Iapun bersembahyanglah. Ketika ia
kembali di hadapan orang banyak, ia mendatangi anak itu lalu menusuk perutnya - dengan
jarinya - dan berkata: "Hai anak, siapakah ayahmu?" Anak kecil itu berkata: "Ayahku si

Fulan, penggembala itu." Kemudian orang-orang banyak itu sama menghadapi Juraij
menciuminya dan mengusap-usap tubuhnya. Mereka berkata: "Kita akan mendirikan tempat
sembahyangmu itu dari emas." Juraij berkata: "Jangan, kembalikan sajalah dari tanah - batu
merah -sebagaimana dahulunya." Mereka terus mengerjakan pembangunannya kembali.
Semestinya Juraij meninggalkan shalatnya dan menjawab panggilan ibunya, karena menjawab panggilan ibu lebih baik daripada shalat sunnah. Dia bisa meringankan shalatnya dan bersegera menemui ibunya. Akan tetapi, Juraij lebih mementingkan shalat daripada ibunya, dan sepertinya dia meneruskan kenikmatan di dalam shalatnya hingga tidak meninggalkan shalat karena satu dan lain hal.
Esok harinya ibu tersebut mengulangi panggilannya, begitu pula di hari ketiga. Nasibnya di kali kedua dan ketiga tidaklah lebih baik daripada nasibnya di kali pertama. Karena itu ibu Juraij marah, lalu dia mendoakan kejelekan baginya dan Allah mengabulkan doanya. Ibu Juraij berdoa agar Allah tidak mematikannya hingga menjadikanya melihat wajah pelacur. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menyampaikan kepada kita, seandainya ibu Juraij berdoa agar tertimpa fitnah niscaya dia akan terfitnah. Jika Allah menghendaki sesuatu, maka ia terjadi dan memudahkan sebab-sebabnya.
Allah telah menyiapkan sebab-sebabnya dengan mengutus seorang pelacur untuk merayu dan menggodanya. Penyebabnya adalah bahwa Bani Israil membicarakan kebaikan dan ibadah Juraij. Maka wanita ini begitu meremehkan Juraij, keshalihan dan ketaqwaannya. Dia mengklaim bahwa jika dia yang merayunya, maka Juraij akan bertekuk lutut dan jatuh seperti yang lain. Wanita ini begitu percaya diri dengan alasan kecantikannya. Hadis diatas menyebutkan bahwa orang-orang menjadikan wanita ini sebagai ikon kecantikan dan kemolekan. Orang-orang yang terjerumus ke dalam lumpur kenistaan mengira bahwa semua manusia adalah seperti yang mereka kenal. Mereka tidak menyangka bahwa di antara manusia terdapat hamba Allah yang menjauhi kenikmatan dunia yang hanya sementara dan tidak abadi, juga bahwa terdapat di kalangan mereka orang-orang dengan iman dan taqwa serta agama yang menjaga mereka sehingga tidak terjerumus ke dalam kenistaan dan perbuatan keji. Di antara mereka adalah Nabiyullah Yusuf yang menjadi teladan di bidang ini dan Al-Quran telah menyampaikan kisahnya. Lalu ada Juraij, si ahli ibadah yang digoda oleh wanita pelacur tetapi dia tidak menolehnya, tidak tergoda dan terus khusyu’ dalam ibadah dan shalatnya, seolah-olah dia tidak melihat dan menyaksikannya.
Orang yang mengetahui tabiat manusia akan mengetahui sejauh mana kesedihan dan kemarahan yang ada di hati wanita nista akibat penolakan seperti ini. Dengan penolakan ini, maka dia kalah perang. Hal ini karena dia telah berjanji kepada orang-orang yang membicarakan kebaikan Juraij agar ia memfitnahnya dan menjerumuskannya ke dalam pelukannya. Sekarang, dia pulang dengan hasil yang nihil. Keinginannya gagal dan impiannya kandas.
Dia benar-benar tidak bisa menerima hal ini. Oleh karena itu, dia membuat makar besar terhadap Juraij. Wanita ini melihat seorang penggembala yang menginap di kuil Juraij. Dia menginap bersamanya dan berbuat mesum dengannya. Hasilnya, dia hamil di malam itu. Manakala dia melahirkan bayinya, dia mengatakan bahwa dia adalah hasil perbuatan Juraij ahli ibadah. Juraijlah pelaku perbuatan buruk ini. Ini berarti Juraij beribadah secara dusta, kebaikannya hanyalah sekedar pemanis palsu.
Betapa sedih dan marahnya orang-orang manakala mereka meletakkan kepercayaan kepada orang-orang yang menampakkan kebaikan, ketaqwaan dan keteguhan beragama, kemudian ternyata mereka buruk. Orang-orang yang mereka percayai hanya serigala berbulu domba atau musang berbulu ayam untuk menipu orang-orang bodoh. Maka, mereka pun berbalik melawan ketika kesempatan tersebut tersedia, sebagaimnana orang-orang memperlakukan rahib yang diceritakan oleh Salman ketika dia mengambil dan menimbun harta sedekah mereka. Mereka menyalibnya setelah dia mati dan menolak menguburkannya.
Penduduk desa mendatangi Juraij dengan kemarahan yang memuncak di hati dan pembuluh darah mereka. Mereka meminta Juraij turun dan meninggalkan ibadah dusta yang ditampakkannya. Tetapi Juraij tidak menghiraukan panggilan mereka karena dia terus larut dalam ibadah dan shalatanya. Pada saat itu kapak-kapak dan sekop mereka bekerja menghancurkan tempat sembahyang Juraij. Melihat itu Juraij pun turun untuk menemui mereka. Akibatnya, mereka meneriaki dan memukulinya. Ketika Juraij bertanya tentang alasan kemarahannya, mereka mengatakan perbuatan Juraij. Mereka meminta agar Juraij bertanya kepada wanita yang telah mengakui apa yang dia akui itu.
Juraij tersenyum mendengar ucapan mereka. Dia benar dalam ibadahnya, jujur dalam istiqamahnya. Dia yakin tidak melakukan seperti tuduhan mereka. Tuduhan wanita hina itu hanyalah dusta yang terbuka. Juraij meminta kepada oranng-orang yang marah agar memberinya waktu untuk berwudhu dan shalat. Selesai shalat dia mendatangi bocah yang baru dilahirkan beberapa jam atau beberapa hari. Juraij menyentuh perutnya sambil bertanya, sementara orang-orang terdiam, “Siapa bapakmu?”
Sebuah ayat Allah yang menunjukkan kepada-Nya dan kepada besarnya kodrat-Nya, bayi itu berbicara dengan suara yang terdengar, ucapan yang jelas dan dipahami. Bayi itu menjawab, “Bapakku adalah fulan penggembala kambing” . Orang-orang menyadari besarnya kejahatan mereka terhadap seorang hamba shalih. Mereka mengetahui bahwa Juraij tidak termasuk dalam deretan orang-orang yang mereka duga. Juraij bukan penjilat dan bukan penipu, dia benar dalam ibadah dan keshalihannya, dan bahwa wanita inilah yang telah berdusta dengan menuduh Juraij. Mereka menyadari bahwa mereka telah terburu-buru mempercayai tuduhan itu, sebagaimana mereka telah gegabah memukuli Juraij dan merobohkan kuilnya. Orang-orang yang bertindak terburu-buru itu mencoba menghapus kesalahan mereka pada Juraij. Mereka menawarkan kepadanya untuk membangun tempat ibadahnya dari emas atau perak, tetapi Juraij menolaknya. Dia ngotot supaya tempat ibadahnya dikembalikan dengan tanah seperti sedia kala. Mereka melakukan. Begitu selesai Juraij masuk kembali untuk beribadah kepada Tuhannya.
Allah telah menjawab doa ibu Juraij pada Juraij. Dia mewujudkan keinginannya, akan tetapi Dia menyelamatkannya dengan keshalihan dan ketaqwaannya. Terdapat dua pelajaran yang berharga yaitu  dikabulkannya doa ibu Juraij dan selamatnya Juraij dari semua fitnah kaumnya.
Wallahu A’lamu Bishshowab
Walhamdulillahi robbil Alamin.
 

Sabtu, 27 Juli 2013

Ramadhan 1434 H / Juli 2013

Alhamdulillah...
 Segala Pujian tetap hanya milik Allah SWT, pada tanggal 28 bulan Juli 2013 bertepatan bulan suci ramadhan 1434 H saya bisa menunaikan ibadah puasa tgl 19 ramadhan bersama teman - teman karyawan PT. ATM . Pada awal saya belajar mengisi blog ini di bimbing bersama P sani IT  @ PT. ATM Kintap - Tanah Laut .
Acara Festival Tanglung  di Banjarbaru tadi malam jg sangat ramai di kunjungi masyarakat yang datang dari beberapa daerah di Kalsel.  Tradisi acara tanglung ( membangunkan orang untuk makan sahur dengan alat - alat musik )bini  di adakan sudah trurun temurun di setiap bulan ramadhan khususnya pada malam - malam sepuluh hari terakhir bulan ramadhan.


Buka bersama di perjalanan ( Bati - bati , atas / buka makan bersama ayam penyet surabaya di BJM )saat akan melihat festival Tanglung

Selasa, 23 Juli 2013

TAWAKKAL ADALAH CIRI KHUSUS HAMBA YANG BERIMAN


اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِىْن
 
Kata Tawakkal sangat akrab dengan kita dalam kehidupan sehari - hari , tetapi begitu sulit memahami makna Tawakkal yang sebenarnya apalagi melaksanakan dan mengamalkan Tawakkal. Secara Etimologi bahasa arab Tawakkal berasal dari Fi'il Madli ( kata kerja yg lampau ) yang berarti berserah diri, arti secara istilah umum menurut para ulama Tashawuf yaitu menyerahkan segala urusan baik urusan dunia maupun urusan akhirat hanya kepada Allah semata. betapapun sulit dan berat untuk mengamalkannya  itu suatu kewajiban seorang hamba untuk berusaha semampunya untuk mengamalkan nya karena di dalamnya tersimpan hikmah besar dan kemuliaan dan martabat di sisi masyarakat, adalah  buah dari tawakkal kepada Allah Swt. Orang yang bertawakkal tidak pernah bergantung kepada orang lain, sebab ia menyandarkan dirinya hanya kepada Allah Swt tuhan semesta Alam. Ia tidak pernah merendahkan dirinya demi mencapai harta dan jabatan, apalagi melakukan segala upaya yang hina. Sehingga martabat dan kemuliaannya tetap selalu terjaga yaitu martabat sebagai hamba Allah Dzat yang Maha Perkasa . 

Imam Alghozali memberikan keterangan yang terperinci dalam kitab beliau  ihya ulumiddin juz 3 dalam pembahasan rub'ul munjiyat bahwa tawakkal adalah dasar dari iman seorang muslim. 

Ilmu pengetahuan, industri, seni dan teknologi, menjadi sumber prestasi bagi manusia. Dengan ilmu dan teknologi manusia dapat mencapai kemakmuran materi dan memiliki berbagai fasilitas dalam kehidupannya, serta banyak hal yang awalnya tidak diketahui manusia menjadi tampak jelas baginya.
Dewasa ini, banyak fenomena yang telah dipahami oleh ilmu manusia, namun ada satu poin yang menjadi perenungan dan harus ditinjau ulang oleh para pakar, yaitu kemajuan dan kemampuan materi tidak mampu memenuhi kebutuhan ruh dan jiwa manusia seperti kebutuhan akan ketentraman, ketenangan, rasa optimis dan harapan akan masa depan.
Saat ini, banyak problem yang mengancam masyarakat, di mana kecemasan dan depresi adalah yang paling umum dialami mereka. Ilmu psikologi, bimbingan dan psikiatri dengan berbagai metodenya, berupaya memberikan solusi terhadap masalah tersebut. Berbagai aliran pengobatan psikologi, mulai dari terapi perilaku, terapi psikoanalitik dan pengobatan yang didasarkan pada nalar dan emosi serta bentuk pengobatan yang lainnya, diterapkan demi membantu manusia menghilangkan problemnya. Selain berbagai metode pengobatan tersebut, agama datang untuk membantu manusia dan memberikan strategi psikologis khusus untuk menghadapi masalah-masalah kejiwaan.
Tawakal kepada Allah Swt adalah salah satu metode yang dapat membantu manusia. Berbagai riset dan pengamatan empiris menekankan akan hal itu, dimana tawakal kepada Allah Swt dapat mengurangi rasa cemas dan depresi, bahkan berbagai penyakit fisik yang disebabkan oleh masalah psikologis, serta menciptakan ketentraman, keberanian, optimisme, percaya diri dan kesabaran bagi manusia. Dalam Islam ditegaskan bahwa tawakal kepada Allah Swt sebagai salah satu strategi penting agama demi kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.
ARTI TAWAKKAL DLM ALQURAN
Secara etimologi, tawakal adalah mempercayakan, memasrahkan dan menyerahkan permasalahan kepada pihak lain. Tawakal menunjukkan adanya kelemahan dan ketergantungan kepada pihak lain. Dalam Al-Qur'an, kata tawakkal berjumlah 42 dalam segala bentuk, tunggal atau jamak, berkonotasi memasrahkan diri, memercayakan serta menyerahkan segala permasalahan kepada Allah Swt. Sedangkan secara istilah,  salah satu definisi tawakkal adalah bentuk ketergantungan dan kepasrahan yang benar kepada Allah swt sebagai zat yang berkuasa mendatangkan manfaat dan menolak marabahaya dengan senantiasa melakukan ikhtiar sempurna (usaha) sebagaimana yang diperintahkan-Nya.
Bertawakkal bukan berarti tidak melakukan ikhtiar, tetapi lebih dari itu, tawakkal berarti menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT sembari senantiasa melakukan ikhtiar. Rahasia dan hakikat tawakal adalah kepasrahan jiwa kepada Allah swt, karena itu segala bentuk ikhtiar tidak akan ada manfaatnya, jika dilakukan tanpa kepasrahan kepada Allah.

Ketika manusia menghadapi masalah dan merasa dirinya sendiri tidak mampu menyelesaikan masalah itu, maka ia akan menyerahkan masalah tersebut kepada seseorang yang mampu menyelesaikannya, dan dengan jalan tersebut ia telah meningkatkan kemampuannya. Oleh karena itu, jika yang diwakilkan adalah seseorang yang berilmu, mampu dan berkualitas, serta memiliki minat dan simpati tinggi kepada yang mewakilkan, maka penyerahan tersebut akan memiliki nilai tinggi dan kemungkinan berhasilnya pun akan lebih besar.

Kenyataan ini sesuai dengan tawakal manusia kepada Allah Swt. Manusia senantiasa menghadapi masalah dalam hidupnya, dan mengingat manusia memiliki banyak keterbatasan dan tidak mampu menyelesaikan masalahanya sendiri, maka untuk menutupi ketidakmampuan dan kelemahannya, selain menggunakan faktor alamiah dan materi, ia harus bersandar kepada kekuatan tak terbatas Allah Swt dan percaya kepada-Nya, serta memohon pertolongan Allah Swt supaya sukses dalam mengatur urusan kehidupannya. Allah Swt sebagai pencipta manusia lebih mengetahui segala sesuatu yang menguntungkan atau merugikan manusia dan tentunya Dia lebih penyanyang dari segalanya. 
Sebagaimana keutamaan akhlak yang lain, tawakal juga memiliki berbagai sebab dan sumber. Namun dapat dikatakan bahwa pennyebab utama tawakal adalah iman dan yakin kepada zat suci Allah Swt dan keindahan serta keagungan-Nya. Ketika manusia menyadari kekuatan dan ilmu tak terbatas Allah Swt dan melihat dunia sebagai panggung anugerah tak terbatas-Nya, maka ia dengan penuh keyakinan akan bertawakal dan menyerahkan dirinya kepada Allah Swt. Saat manusia berada dalam masalah, Ia akan berpegang hanya kepada Allah Swt dan selain berusaha, ia juga akan memohon keberhasilan kepada-Nya.
Percaya penuh kepada Allah Swt demi meraih ketenangan jiwa dapat menghilangkan kecemasan dan kegelisaan, sehingga manusia dengan mudah dapat melangkah untuk meraih hasilnya. Salah satu ciri orang yang bertawakal adalah di saat bahagia ia tidak terlalu berbangga, dan tatkala kebahagiaan itu lenyap, ia juga tidak terlalu gelisah dan sedih, namun ia semaksimal mungkin berupaya memenuhi keperluannya dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. Ia yakin bahwa Allah Swt akan menolongnya.
Manusia seperti itu bagaikan orang yang berlindung di benteng yang kuat dan musuh tidak dapat menjangkaunya. Oleh sebab itu, orang-orang mukmin tatkala menghadapi masalah, mereka langsung berlindung di bawah benteng tawakal, di mana tak seorang pun dapat menembus benteng tersebut. Dengan begitu kegelisahan dan ketakutan tidak ada artinya bagi mereka.
Banyak ayat Al-Quran dan riwayat yang menjelaskan tentang tawakal. Dalam tujuh ayat secara berulang disebutkan kalimat yang artinya orang-orang yang beriman harus bergantung hanya kepada Allah Swt. Kalimat tersebut secara jelas menerangkan hubungan antara iman dan tawakal.

Dalam surat Ash-Syu'ara ayat 61 sampai 63, Allah Swt berfirman,



 "Maka tatkala kedua kelompok itu saling melihat, para pengikut Musa berkata ketakutan, Sesungguhnya Firaun dan kaumnya hampir menyusul dan kemudian membunuh kita. Musa menjawab: Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.  Lalu Kami wahyukan kepada Musa: Pukullah lautan itu dengan tongkatmu. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar."

Kedua ayat tersebut mengisahkan tentang Nabi Musa as dan kaumnya. Ketika kaum Nabi Musa as melihat bala tentara Firaun yang mengejar mereka, mereka ketakutan dan menyatakan bahwa mereka tidak akan mampu menghadapai tentara Firaun. Namun Nabi Musa as menenangkan mereka dan mengingatkan kaumnya bahwa Allah Swt bersama mereka.
Pada hakikatnya, salah satu metode efektif yang dilakukan semua nabi dalam menghadapi masalah adalah tawakal kepada zat tak terbatas Allah Swt. Manusia yang bertawakal, dalam dirinya akan timbul energi dan kekuatan serta akan menemukan kesabaran yang berkesinambungan demi mencapai tujuan-tujuannya.
Selain itu, ia akan menemukan arti dari segala peristiwa yang ia alami dalam kehidupannya. Pemahaman tersebut dapat membantunya dalam menafsirkan fenomena kehidupannya, sehingga terlepas dari sesuatu yang tidak berguna dan tak berarti. Manusia seperti ini tidak akan pernah merasa putus asa dan akan terus berupaya demi mencapai tujuannya, namun jika mereka tidak mendapat hasil yang diinginkan, mereka menilai bahwa ada kebaikan di balik itu.

Terkait hal itu,  Allah Swt dalam surat al-Baqarah ayat 216 berfirman,


 ".... Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Salah satu sisi lain dari tawakkal kepada Allah Swt adalah harapan manusia kepada anugerah Allah tatkala mengalami kondisi yang sulit. Munculnya harapan untuk terbebas dari kegelisahan dan masalah / problem, serta harapan untuk mendapat pertolongan Allah Swt dalam memerangi kebathilan, merupakan dampak dari tawakkal. Orang yang bertawakkal merasa yakin akan mendapat pertolongan Allah Swt, sehingga ia tidak tenggelam dalam masalah yang ia hadapi.

Manfaat lain dari tawakal adalah memiliki hati dan kemandirian yang kuat dalam mengambil keputusan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa "Barang siapa yang ingin menjadi orang yang paling dicintai masyakarat, maka ia harus bertakwa, dan barang siapa ingin manjadi orang terkuat di masyarakat, maka ia harus bertawakkal kepada Allah Swt, dan....."

Kemuliaan dan martabat dalam bidang sosial adalah cahaya dari tawakkal sebagai anugerah dari kepada Allah Swt kepada seorang mukmin. Orang yang bertawakkal tidak pernah bergantung dan meminta kepada orang lain, sebab ia menyandarkan dirinya hanya kepada Allah Swt yang Maha Perkasa. Ia tidak pernah merendahkan dirinya demi mencapai harta dan jabatan yang ia inginkan, sehingga kesucian  martabat dan kemuliaannnya selalu tetap terjaga sampai akhir hayatnya .

Terkait hal itu, dalam surat al-Anfal ayat 49, Allah Swt berfirman,



 "… (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: "Mereka itu (orang-orang mu'min) ditipu oleh agamanya". (Allah berfirman): "Barang-siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".  ."

Dengan tawakkal, urusan materi dan maknawi manusia akan teratur dengan baik dan sesuai dengan segala yang di perintah dan tentukan oleh Allah SWT Pencipta alam semesta. Ia akan mendapat rizki terbaik yang tidak pernah ia bayangkan dan  tak pernah ia pikirkan sebelumnya dan ia akan menjalani hidupnya di jalan yang benar dengan rasa puas dan optimis. Rasa puas tersebut dapat menjauhkan manusia dari penyakit-penyakit jiwa dan akhlak.Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan NYA kepada  kita dan semua kaum muslimin supaya bisa manjalankan perintah Allah dengan kesempurnaan dan keikhlasan. Sebagai bentuk harapan kita agar Allah SWT menjauhkan kita semua dari semua siksa dan azab dunia apalagi azab akhirat.Amin Ya Robbal Alamin.

Wallahu A'lamu bishshowab, wabillahittawfiq walhidayah




  ( BIAR MISKIN ASAL TENANG = BMAT )                                         Trims buat P SANI

KAMPUNG AL MUBAROK

KENAPA KAMPUNG AL MUBAROK?

Di Dusun Sendang Rejo Desa Bener Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun inilah tempat yang saya sebut dengan " KAMPUNG ALMUBAROK ". Sebuah Dusun yang pada awal saya datang sekitar akhir tahun 2000 bersama empat kerabat saya ( M. Mundzir,Lukmanul Hakim, M.Syaykhoni,dan Edy Sugianto ) merupakan kampung yang kental sekali dengan adat jawa kuno ( Mayoritas masayarakat masih awam ajaran agama Islam ). Kebanyakan masyarakat menganut kepercayaan Ilmu Sejati , yaitu generasi pengembangan ajaran ilmu kebathinan dari Adipati Pengging dan Guru Besarnya Syeikh Siti Jenar, dengan laku lelakon mengejar derajat Manunggaling Kawulo Gusti. Usia saya waktu itu masih baru 19 tahun , tujuan kami berlima berangkat dari Puger ( kab. Jember ::red ) ke Kampung almubarok ini untuk menimba ilmu Agama Islam kepada Mbah Kyai Muallif Munir yang terkenal sangat Alim dan dermawan, beliaulah Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Mubarok Sendang Rejo - Bener.
Dengan perjuangan dan keikhlasan  Mbah Kyai Muallif Munir sebagai salah satu tokoh ulama sepuh jawa timur  perubahan Akhlaq dan Aqidah Islam masyarakat Sendang Rejo - Bener termasuk sekitarnya sangat besar.